Pesatnya perkembangan
internet sekarang telah membuat media konfensional seperti koran menjadi
terbelakang. perihal media online yang hadir lebih mudah dan bersiat cepat,
serta kapanpun bisa di akses daripada koran uang hadir sekali sehari saja.
kini kecenderungan
masyarakat lebih teralihkan kepada media yang gesit berbasis web
ini, karena untuk updatennya tentu aktual. sedangkan koran menyajikan
peristiwa seminimalnya yaitu sehari.
bahkan para wartawan media cetak juga terkadang membuka media online sebagai referensi mereka.
Faktor usia pun menjadi salah satu pemicu mengapa berita di web lebih banyak dinikmati daripada surat kabar. Generasi muda lebih menyukai media online yang terlihat lebih modern dibanding media cetak yang dipilih oleh generasi tua.
Lalu, akan muncul pertanyaan : Apakah media konvensional akan mati denga booming-nya media elektronik?
bahkan para wartawan media cetak juga terkadang membuka media online sebagai referensi mereka.
Faktor usia pun menjadi salah satu pemicu mengapa berita di web lebih banyak dinikmati daripada surat kabar. Generasi muda lebih menyukai media online yang terlihat lebih modern dibanding media cetak yang dipilih oleh generasi tua.
Lalu, akan muncul pertanyaan : Apakah media konvensional akan mati denga booming-nya media elektronik?
Perlu diketahui bahwa dalam perkembangannya,
internet yang disebut sebagai salah satu media elektronik merupakan suatu
bentuk dari konvergensi media. Dalam internet dapat kita temui beberapa
media seperti surat kabar online. Hal ini membuktikan bahwa keberadaan media
slaing mendukung satu sama lain. Masing – masing media memiliki kelebihan dan
kekurangan serta mempunyai khalayak sendiri – sendiri. Masalahnya bukan pada
munculnya media baru yang akan membunuh keberadaan media sebelumnya. Tidak akan
ada yang namanya saling mengancam keberadaan media satu dengan media yang lain.
Konvergensi Media yang mengusung konsep
penyatuan berbagai layanan informasi dalam satu piranti informasi membuat satu
gebrakan digitalisasi. baik media konvensional maupun media elektronik saling
bersaing untuk memaksimalkan peran mereka dalam proses komunikasi.
Kepuasan secara psikologis yang diperoleh
khalayak dari media yang mereka konsumsi perlu dipelajari oleh setiap pengelola
media. Jadi, media konvensional tetap akan bertahan di tengah nya media
elektronik.
Lalu, akan muncul pertanyaan : Apakah media
konvensional akan mati denga booming-nya media elektronik?
Perlu diketahui bahwa dalam perkembangannya,
internet yang disebut sebagai salah satu media elektronik merupakan suatu
bentuk dari konvergensi media. Dalam internet dapat kita temui beberapa
media seperti surat kabar online. Hal ini membuktikan bahwa keberadaan media
slaing mendukung satu sama lain. Masing – masing media memiliki kelebihan dan
kekurangan serta mempunyai khalayak sendiri – sendiri. Masalahnya bukan pada
munculnya media baru yang akan membunuh keberadaan media sebelumnya. Tidak akan
ada yang namanya saling mengancam keberadaan media satu dengan media yang lain.
Konvergensi Media yang mengusung konsep
penyatuan berbagai layanan informasi dalam satu piranti informasi membuat satu
gebrakan digitalisasi. baik media konvensional maupun media elektronik saling
bersaing untuk memaksimalkan peran mereka dalam proses komunikasi.
Kepuasan secara psikologis yang diperoleh
khalayak dari media yang mereka konsumsi perlu dipelajari oleh setiap pengelola
media. Jadi, media konvensional tetap akan bertahan di tengah nya media
elektronik.
KESIMPULAN DAN SARAN
Jurnalisme online dan jurnalisme konvensional memang merupakan jurnalisme yang mempunyai perbedaan yang sangat mendasar, baik dari media yang digunakan, pelaku atau pekerja didalamnya, hingga penyusunan serta penampilan pesannya yang juga berbeda, namun keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Keberadannya tidak bisa dikatakan sebagai media yang berlawanan atau saling berkompetisi, namun juga sebagai media yang dapat saling melengkapi dalam kegiatan jurnalistik atau dalam dunia jurnalisme.
Kehadiran kedua jenis jurnalisme tersebut pada intinya memiliki tujuan yang sama, yakni berusaha untuk memenuhi kebutuhan atau menyajikan informasi atau berita yang penting bagi masrayakat atau khalayak luas. Namun cara, sistem yang digunakan adalah berbeda, serta penyajiannya, menjadikan kedua jurnalisme tersebut terlihat sebagai sebuah jurnalisme atau media jurnalisme yang saling berkompetisi atau bersaing. Sebagai pengonsumsi media / berita sebaiknya dapat memilih saluran yang benar-benar dianggap efektif serta dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi masing-masing individu tersebut.
Saran yang bisa saya ungkapkan, sebaiknya para pelaku / pekerja media dalam kedua jurnalisme tersebut lebih memperhatikan dampak-dampak yang akan terjadi serta baik buruknya jika mereka menampilkan atau menyajikan sebuah berita atau informasi kepada khalayak luas, serta peran pemerintah dalam menanggapi keberadaan media jurnalisme di Indonesia, agar lebih diperhatikan lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar